Bantulah Sesama Untuk Kemulian Bersama

Muhasabah Akhir Tahun

Posted on: 6 Desember 2010


MUHASABAH DIRI …

“Wahai manusia !
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran orang yang mengaku intelektual, tapi bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.
Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.
Wahai manusia !
Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Wahai manusia !
Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu. Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu. KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.
Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu. Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu. Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah..
betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..
lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.
Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas
Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapan Mu
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi
Hamba terus menggantungkan segunung harapan pada Mu
Tuhanku.baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka Mu
Betapa sadar diri begitu hina dihadapan-Mu
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini
Hati yang telah terkotori oleh noda ini, yang memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???
Tuhan Kami semua fakir di hadapan Mu tapi juga kikir dalam mengabdi kepada Mu
Semua makhluk Mu meminta kepada Mu.
Pintaku
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,
Sukseskanlah mereka dan mudahkanlah urusannya
Mungkin tanpa kami sadari, kami pernah melanggar aturan Mu
Melanggar aturan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami, Ampunilah kami
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu
Tuhanku, siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada Mu
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau dalam maksiat kepada Mu
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!
“Ya Allah,
kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki surga firdaus Mu, tidak juga kami mampu akan siksa api neraka Mu, berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.
Ya Allah,
dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah
adakah jalan upaya bagi kami.
Ya Allah,
hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada Mu,
ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,
bila Engkau campakkan kami,
kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari Mu”.
Alangkah indah jika diri mampu mengisi hembusan nafas dengan bertasbih..
Sebelum terbitnya fajar sebelum terbenamnya sang mentari

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Muhasabah diri tundukkan hati bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari muhasabah diri tunduknya hati
Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari muhasabah diri tunduknya hati

ooo
Sesungguhnya apa yang lebih berarti bagi insani
Melainkan hanya mengharap limpah RidhoNya…

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari tundukkan hati bersujud bersunyi

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah terpancar indah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzakh..

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari tundukkan hati bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah terpancar indah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzakh..
Ya Allah,
Maafkan aku ya Allah, Ampunkanlah segala dosa-dosaku, dan maafkanlah segala kesalahan ku, Bantu lah aku ya Allah dan tunjukkan aku jalan yang lulus, jalan yang telah Rasul dan para Nabi lalui. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untuk aku. Terima kasih Ya Allah kerana Engkau telah menerima dan mengampuni dosa-dosa ku.MUHASABAH DIRI …

“Wahai manusia !
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran orang yang mengaku intelektual, tapi bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.
Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.
Wahai manusia !
Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Wahai manusia !
Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu. Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu. KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.
Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu. Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu. Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah..
betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..
lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.
Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas
Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapan Mu
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi
Hamba terus menggantungkan segunung harapan pada Mu
Tuhanku.baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka Mu
Betapa sadar diri begitu hina dihadapan-Mu
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini
Hati yang telah terkotori oleh noda ini, yang memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???
Tuhan Kami semua fakir di hadapan Mu tapi juga kikir dalam mengabdi kepada Mu
Semua makhluk Mu meminta kepada Mu.
Pintaku
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,
Sukseskanlah mereka dan mudahkanlah urusannya
Mungkin tanpa kami sadari, kami pernah melanggar aturan Mu
Melanggar aturan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami, Ampunilah kami
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu
Tuhanku, siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada Mu
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau dalam maksiat kepada Mu
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!
“Ya Allah,
kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki surga firdaus Mu, tidak juga kami mampu akan siksa api neraka Mu, berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.
Ya Allah,
dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah
adakah jalan upaya bagi kami.
Ya Allah,
hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada Mu,
ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,
bila Engkau campakkan kami,
kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari Mu”.
Alangkah indah jika diri mampu mengisi hembusan nafas dengan bertasbih..
Sebelum terbitnya fajar sebelum terbenamnya sang mentari

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Muhasabah diri tundukkan hati bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari muhasabah diri tunduknya hati
Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari muhasabah diri tunduknya hati

ooo
Sesungguhnya apa yang lebih berarti bagi insani
Melainkan hanya mengharap limpah RidhoNya…

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari tundukkan hati bersujud bersunyi

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah terpancar indah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzakh..

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari tundukkan hati bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah terpancar indah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzakh..
Ya Allah,
Maafkan aku ya Allah, Ampunkanlah segala dosa-dosaku, dan maafkanlah segala kesalahan ku, Bantu lah aku ya Allah dan tunjukkan aku jalan yang lulus, jalan yang telah Rasul dan para Nabi lalui. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untuk aku. Terima kasih Ya Allah kerana Engkau telah menerima dan mengampuni dosa-dosa ku.

MUHASABAH DIRI …

“Wahai manusia !
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran orang yang mengaku intelektual, tapi bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.
Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.
Wahai manusia !
Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Wahai manusia !
Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu. Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu. KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.
Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu. Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu. Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah..
betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..
lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.
Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas
Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapan Mu
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi
Hamba terus menggantungkan segunung harapan pada Mu
Tuhanku.baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka Mu
Betapa sadar diri begitu hina dihadapan-Mu
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini
Hati yang telah terkotori oleh noda ini, yang memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???
Tuhan Kami semua fakir di hadapan Mu tapi juga kikir dalam mengabdi kepada Mu
Semua makhluk Mu meminta kepada Mu.
Pintaku
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,
Sukseskanlah mereka dan mudahkanlah urusannya
Mungkin tanpa kami sadari, kami pernah melanggar aturan Mu
Melanggar aturan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami, Ampunilah kami
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu
Tuhanku, siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada Mu
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau dalam maksiat kepada Mu
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!
“Ya Allah,
kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki surga firdaus Mu, tidak juga kami mampu akan siksa api neraka Mu, berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.
Ya Allah,
dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah
adakah jalan upaya bagi kami.
Ya Allah,
hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada Mu,
ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,
bila Engkau campakkan kami,
kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari Mu”.
Alangkah indah jika diri mampu mengisi hembusan nafas dengan bertasbih..
Sebelum terbitnya fajar sebelum terbenamnya sang mentari

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Muhasabah diri tundukkan hati bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari muhasabah diri tunduknya hati
Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari muhasabah diri tunduknya hati

ooo
Sesungguhnya apa yang lebih berarti bagi insani
Melainkan hanya mengharap limpah RidhoNya…

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari tundukkan hati bersujud bersunyi

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah terpancar indah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzakh..

Seiring denyutan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari tundukkan hati bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan sahadah terpancar indah

Seiring denyutan nadi terpancar rohani
Bibir yang basah dengan sahadah menjadi penyudah melangkah ke gerbang alam barzakh..
Ya Allah,
Maafkan aku ya Allah, Ampunkanlah segala dosa-dosaku, dan maafkanlah segala kesalahan ku, Bantu lah aku ya Allah dan tunjukkan aku jalan yang lulus, jalan yang telah Rasul dan para Nabi lalui. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untuk aku. Terima kasih Ya Allah kerana Engkau telah menerima dan mengampuni dosa-dosa ku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: